IDENTIFIKASI BENTUK KONFLIK HARIMAU SUMATERA (PANTHERA TIGRIS SUMATREA) DENGAN MASYARAKAT DI KECAMATAN PASIE RAYA KABUPATEN ACEH JAYA

Penulis

  • Filda Yulisman Sekolah Tinggi Ilmu Kehutanan Pante Kulu Penulis
  • Aswita Sekolah Tinggi Ilmu Kehutanan Pante Kulu Penulis
  • Ruskhanidar Sekolah Tinggi Ilmu Kehutanan Pante Kulu Penulis

DOI:

https://doi.org/10.64315/phsda.v3.i1.2026.id35

Kata Kunci:

harimau sumatra, konflik, konservasi, mitigasi, masyarakat

Abstrak

Konflik antara Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) dengan masyarakat merupakan masalah konservasi yang harus mendapat perhatian, termasuk di Kecamatan Pasie Raya, Kabupaten Aceh Jaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk konflik yang terjadi antara masyarakat dan harimau sumatera dan bentuk Tindakan penanganan konflik oleh masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan One Score One Criteria Syatem dan analisis data dilakukan menggunakan analisis skoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik yang terjadi meliputi serangan terhadap ternak, ancaman terhadap keselamatan manusia, serta perusakan ladang atau kebun oleh satwa liar. Faktor utama penyebab konflik meliputi degradasi habitat akibat alih fungsi lahan, fragmentasi hutan, dan minimnya upaya mitigasi konflik. Dampak konflik tidak hanya menyebabkan kerugian ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga menimbulkan ketegangan sosial dan ancaman terhadap kelestarian populasi harimau sumatera yang terancam punah. Dalam mengatasi konflik antara Harimau Sumatera dan masyarakat di Aceh Jaya adalah dengan mengembangkan sistem pengelolaan konflik berbasis partisipasi masyarakat.

Referensi

Avenzora R. 2008. Ekoturisme; Teori dan Praktik. Penerbit BRR NAD-NIAS.

Berliani, K., 2022, October. Upaya komprehensif dalam penanggulangan konflik manusia & gajah. In Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan (Vol. 10, No. 2, pp. 12-22).

Goodrich, J. M. (2010). Human-tiger conflict: A review and call for comprehensive plans. Integrative Zoology, 5(4), 300-312. DOI: https://doi.org/10.1111/j.1749-4877.2010.00218.x

Hadadi, O.H., Hartono, H. and Haryono, E., 2015. Analisis Potensi Habitat dan Koridor Harimau Sumatera di Kawasan Hutan Lindung Bukit Batabuh, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Majalah Geografi Indonesia, 29(1), pp.40-50.

Hadadi, O. H., Hartono, H., & Haryono, E. (2016). Analisis Potensi Habitat dan Koridor Harimau Sumatera di Kawasan Hutan Lindung Bukit Batabuh, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Majalah Geografi Indonesia, 30(2), 131-144. DOI: https://doi.org/10.22146/mgi.13097

Kamim, A.B.M., 2018. Perebutan Ruang Kehidupan dan Gangguan terhadap Animal Rights: Studi Atas Konflik Satwa–Manusia sebagai Implikasi dari Ekspansi Perkebunan Sawit di Indonesia. BALAIRUNG: Jurnal Multidisipliner Mahasiswa Indonesia, 1(2), pp.199-218.

Linkie, M., et al. (2007). The impact of human population on the conservation of the species. Journal of Applied Ecology.

Nyhus, P. J., & Tilson, R. (2004). Characterizing human-tiger conflict in Sumatra, Indonesia: Implications for conservation. Oryx, 38(1), 68-74. DOI: https://doi.org/10.1017/S0030605304000110

Santoso, B., S. L Febriani dan D. Subiantoro. 2019. Pemetaan Konflik Menyet Ekor Panjang (Macaca Fascicularis Raffles) di Desa Sepakung Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang. Jurnal Indonesia Journal of Conservation, Vol 8 (2),pp: 138-145.

Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabet. Bandung.

Treves, A., & Karanth, K. U. (2003). Human-carnivore conflict and perspectives on carnivore management worldwide. Conservation Biology, 17(6), 1491-1499. DOI: https://doi.org/10.1111/j.1523-1739.2003.00059.x

10.1038/nqture10452.

Laurance, W. F., et al. (2014). "Impacts of roads and linear clearings on tropical forests." Trends in Ecology & Evolution, 29(12), 659-669. DOI: 10.1016/j.tree.2014.09.006. DOI: https://doi.org/10.1016/j.tree.2009.06.009

MEA: Millennium Ecosystem Assessment. (2005). Ecosystem and Human Well-being: Biodiversity Synthesis. World Resources Institute, Washington, DC.

Oldekop, J. A., et al. (2016). "100 key research questions for the post-2015 development agenda." Development Policy Review, 34, 55-82. DOI: 10.1111/dpr.12147. DOI: https://doi.org/10.1111/dpr.12147

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI No. P.35/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2016 Tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pengelolaaan Pada Kawasan Suaka Alam Dan Kawasan Pelestarian Alam.

Sayer, J., et al. (2013). "Ten principles for a landscape approach to reconciling agriculture, conservation, and other competing land uses." Proceedings of the National Academy of Sciences, 110(21), 8349-8356. DOI: 10.1073/pnas.1210595110. DOI: https://doi.org/10.1073/pnas.1210595110

Sodhi, N. S., et al. (2010). The state and concervation of Southeast Asian biodiversity. Biodiversity and Concervation, 19(2), 317-328. DOI: 10.1007/s10531-009-9607-5. DOI: https://doi.org/10.1007/s10531-009-9607-5

Surat Keputusan Bupati Aceh Selatan Nomor 593.33/170.A/1998 tentang Penetapan Tanah Untuk Lokasi Koridor Kawasan Ekosistem Leuser di Desa Naca dan Ie Jeureneh, Kecamatan Trumon, Aceh Selatan.

Surat Keputusan Bupati Aceh Selatan Nomor 593 Tahun 1999 tentang panitia pembebasan tanah untuk koridor satwa Singkil-Bengkung Di Desa Naca dan Ie Jeureuneh Kecamatan Trumon.

Surat Keputusan Menteri Kehutanan RI, No. 170 Tahun 2000 tentang Penunjukan Kawasan Hutan dan Perairan Propinsi NAD.

Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 171/2023 tentang penetapan Taman Hutan Raya (TAHURA) Trumon.

Wilson, R. J., et al. (2016). "Resource availability and habitat connectivity shape biodiversity conservation in remote protected areas." Journal of Applied Ecology, 53(3), 1059-1068. DOI: 10.1111/1365-2664.12647. DOI: https://doi.org/10.1111/1365-2664.12647

Diterbitkan

25-06-2026

Cara Mengutip

Yulisman, F., Aswita, & Ruskhanidar. (2026). IDENTIFIKASI BENTUK KONFLIK HARIMAU SUMATERA (PANTHERA TIGRIS SUMATREA) DENGAN MASYARAKAT DI KECAMATAN PASIE RAYA KABUPATEN ACEH JAYA. Jurnal Penelitian Hutan Dan Sumber Daya Alam, 3(1), 56-68. https://doi.org/10.64315/phsda.v3.i1.2026.id35