ANALISIS PERAMBAHAN KAWASAN KONSERVASI TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER DENGAN PENDEKATAN DRIVERS-PRESSURES-STATE-IMPACT-RESPONSES (DPSIR)

Studi Kasus: Gampong Pucuk Lembang Kecamatan Kluet Timur Kabupaten Aceh Selatan

Penulis

  • Abdullah K Sekolah Tinggi Ilmu Kehutanan Pante Kulu Penulis
  • Cut Maila Hanum Sekolah Tinggi Ilmu Kehutanan Pante Kulu Penulis
  • Aswita Sekolah Tinggi Ilmu Kehutanan Pante Kulu Penulis

DOI:

https://doi.org/10.64315/phsda.v3.i1.2026.id31

Abstrak

Transformasi koridor satwa menjadi Tahura Trumon diawali oleh kerusakan yang disebabkan oleh aktivitas manusia seperti deforestasi, perburuan, dan konversi lahan yang menyebabkan fragmentasi habitat, penurunan keanekaragaman genetik, dan konflik satwa-manusia. Kawasan koridor satwa di Kecamatan Trumon Kabupaten Aceh Selatan merupakan kawasan hutan yang menghubungkan dua kawasan konservasi yaitu Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) dengan Suaka Margasatwa Rawa Singkil (SMRS). Memiliki luas ± 2.700 hektar yang berfungsi sebagai kawasan penyangga dan jalur lintasan satwa liar antar kedua kawasan yang terfragmentasi. Oleh karena itu, koridor satwa pelu ditingkatkan menjadi Tahura yang memandu pemanfaatan sumber daya alam dan mengintegrasikan konservasi dengan pengembangan ekowisata, dengan tujuan untuk mendukung keberlanjutan ekonomi dan ekologis. Menggunakan metode penelitian studi kasus dengan analisis dokumen, wawancara mendalam, serta penggunaan software GIS dan statistik untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi koridor satwa seluas 2700 Ha menjadi Tahura Trumon seluas 1.865 tidak hanya memperkuat perlindungan biodiversitas tetapi juga membantu mengurangi konflik satwa-manusia dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat lokal melalui pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Studi ini merekomendasikan penelitian lebih lanjut mengenai pengelolaan dan dampak jangka panjang Tahura untuk memastikan keberhasilan konservasi jangka panjang dan pembangunan berkelanjutan.

Referensi

Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser. (2023). Laporan Tahunan Pengelolaan Kawasan TNGL. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Putra, R., Sari, N., & Fadhlan, M. (2022). Analisis Faktor Sosial Ekonomi yang Mempengaruhi Perambahan Hutan di Kawasan Konservasi Aceh Selatan. Jurnal Konservasi Alam, 10(2), 45–56.

Husna, F., Rahmadani, A., & Yusuf, M. (2021). Dampak Perambahan terhadap Kondisi Lingkungan di Sekitar Kawasan TNGL Aceh. Jurnal Ilmu Lingkungan Tropis, 8(1), 12–20.

Wang, W., Sun, Y., & Wu, J. (2018). Environmental warning system based on the DPSIR model: A practical and concise method for environmental assessment. Sustainability, 10(6), 1728. DOI: https://doi.org/10.3390/su10061728

Damanik, R. (2019). Perambahan hutan dan tantangan pengelolaan kawasan konservasi di Sumatra. Jurnal Konservasi dan Kehutanan, 11(2), 133–147.

Heman, A., & Joni, B. (2009). Dampak Perubahan Tutupan Hutan Terhadap Iklim Mikro dan Produktivitas Pertanian. Jurnal Agroklimat dan Lingkungan, 7(2), 101–110.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2023). Laporan Tahunan Pengelolaan Kawasan Konservasi dan Rehabilitasi Lahan. Jakarta: KLHK.

Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL). (2024). Laporan Tahunan Pengelolaan Kawasan TNGL. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Harahap, R., & Pratiwi, N. (2021). Analisis keberlanjutan usaha kelompok tani hutan dalam budidaya madu dan ternak kambing. Jurnal Penyuluhan Kehutanan, 15(2), 87–96.

Diterbitkan

25-06-2026

Cara Mengutip

K, A., Hanum, C. M., & Aswita. (2026). ANALISIS PERAMBAHAN KAWASAN KONSERVASI TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER DENGAN PENDEKATAN DRIVERS-PRESSURES-STATE-IMPACT-RESPONSES (DPSIR): Studi Kasus: Gampong Pucuk Lembang Kecamatan Kluet Timur Kabupaten Aceh Selatan. Jurnal Penelitian Hutan Dan Sumber Daya Alam, 3(1), 40-55. https://doi.org/10.64315/phsda.v3.i1.2026.id31