ANALISIS DAMPAK KEBAKARAN HUTAN TERHADAP SIFAT KIMIA TANAH DI TAHURA POCUT MEURAH INTAN ACEH
DOI:
https://doi.org/10.64315/phsda.v3.i1.2026.id27Kata Kunci:
hutan, kebakaran, tanahAbstrak
Hutan merupakan sumber daya yang berharga bagi kehidupan makhluk hidup. Gangguan terhadap hutan semakin meningkat, salah satunya disebabkan oleh kebakaran.Kebakaran hutan berdampak terhadap sifat kimia tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis dampak kebakaran hutan terhadap sifat kimia tanah di Tahura Pocut Meurah Intan Aceh, sehingga ketika nantinya dilakukan rehabilitasi hutan dan lahan akan lebih mempermudah dalam pengelolaannya. Pengujian sampel tanah dilakukan di laboratorium, selanjutnya dilakukan analisis data dengan mengacu pada kriteria penilaian sifat kimia tanah yang telah ditetapkan. Parameter yang diamati ialah pH Tanah, C-organik, Ntotal, P-tersedia, K-dapat dipertukarkan (Kdd, dan Kapasitas Tukar Kation (KTK). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa sifat kimia tanah memiliki kriteria yang sama antara lahan tidak terbakar dan lahan terbakar yaitu: Nilai C-organik dan Kapasitas Tukar Kation (KTK). Nilai N-total dan K-dapat ditukarkan (K-dd) lebih tinggi pada lahan tidak terbakar dibandingkan dengan lahan terbakar. Sedangkan nilai P-tersedia dan pH Tanah lebih rendah pada lahan tidak terbakar dibandingkan dengan lahan terbakar. Alternatif arahan dalam rehabilitasi hutan dan lahan pra-terbakar dan pasca- terbakar, diprioritaskan dengan: (1) Metode Vegetatif: Memilih jenis tumbuhan yang cepat tumbuh dan toleran terhadap kemasaman tinggi seperti Jabon, Mahoni, Akasia, Eucalyptus, Pulai, Sungkai, dan Pinus. Untuk meningkatkan pH tanah dan kesuburan pada tanah Ultisol diberi dolomit dan pupuk organik: pupuk kandang dan kompos dan pupuk an-organik (pupuk NPK) sebelum penanaman; (2) Metode Sipil Teknis: Membangun embung air, sekat bakar dan pengelolaan lahan tanpa bakar; (3) Metode Non-Teknis: Sosialisasi, penyuluhan dan peningkatan peran masyarakat terhadap Karhutla, dan pelatihan dan simulasi penanggulangan Karhutla.
Referensi
Azizi, C., Subhan., Andini, R. 2022. Keanekaragaman Vegetasi di Resort Pengelolaan Lahan Alue Geulima Tahura Pocut Meurah Intan Aceh Besar. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, Universitas Syiah Kuala (USK). 7 (2): 779-781.
Balitbang Pertanian. 2017. Atlas Peta Tanah Semi Detail Skala 1: 50.000. Kabupaten Aceh Besar. Versi Update Data 2017. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian. Bogor. 31 p.
Diah, H., Rajiatul ,V., Yulianti, F., Dinda, R. 2023. Penerapan Klasifikasi Iklim Schmidt- Ferguson untuk Kesesuaian Tanaman Kurma di Daerah Lembah Barbate Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi XV, Universitas Syiah Kuala (USK). 29-36 p.
Fadhli, R., Sugianto., Syakur. 2021. Analisis Perubahan Penutupan Lahan dan Potensi Karbon di Taman Hutan Raya Pocut Meurah Intan, Aceh Indonesia. Jurnal Ilmu Lingkungan. 19 (2): 450-458.
Hermanto., Wawan. 2017. Sifat-sifat Tanah pada Berbagai Tingkat Kebakaran Lahan Gambut di Desa Rimbo Panjang Kecamatan Tambang. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Riau (UNRI). 4 (2): 1-13.
Murtinah, V., Edwin, M., Bane, O. 2017. Dampak Kebakaran Hutan terhadap Sifat Fisik dan Kimia Tanah di Taman Nasional Kutai, Kalimantan Timur. Jurnal Pertanian Terpadu. 5 (2): 128-139.
Pebrilianto, W., Widiatmoko., Astiani, D., Mui, S. 2022. Faktor Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut dan Upaya Pengendalian Masyarakat di Lanskap Bentang Pesisir Padang Tikar Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Hutan Lestari. 10 (4): 901-916.
Purwanto, E. 2020. Ragam Persoalan Tenurial di Kawasan Hutan Lindung dan Taman Hutan Raya Bogor. Tropenbos Indonesia. Bogor. 28 p.
Pusat Penelitian Tanah. 1995. Petunjuk Teknis Evaluasi Kesuburan Tanah. Laporan Teknis No.14. Versi 1.0.1. REP II Project, CSAR, Bogor. 4 p.
Puspitorini, P., Iqbal., G. 2024. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Cetakan Pertama. ISBN: 978-623-176-414-0. Mitra Cendekia Media. Sijunjung Sumatera Barat. 76 p.
Putri, R.S., Pinaria, A. G. 2021. Penggunaan Kompos Chromolaena odorata untuk Meningkatkan Kalium Tanah. Jurnal Agroekoteknologi Terapan. 1 (1): 15-17.
Rahmat, M. H., Sufardi., Khalil, M. 2016. Evaluasi Kesuburan pada Beberapa Jenis Tanah di Lahan Kering Kabupaten Pidie Provinsi Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah. 1 (1): 147-154.
Saharjo, B. H., Al-Fauzan, M. 2021. Kebakaran Hutan dan Lahan di Pulau Rupat, Riau. Jurnal Silvikultur Tropika. 12 (1): 1-8.
Syofiani, R., Putri, S.D., Karjunita, N. 2020. Karakteristik Sifat Tanah Sebagai Penentu Pertanian di Nagari Silokek Kawasan Geopark Nasional. Jurnal Agrium. 17 (1): 1-6.
Zulkifli., Ismail., Kamarubayana, L. 2017. Studi Pengendalian Kebakaran Hutan di Wilayah Kelurahan Merdeka Kecamatan Samboja Kalimantan Timur. Jurnal Agrifor. 16 (1): 142-150.
Yumantoko., Suharko., Hasan, R. A., Triyono. 2024. Partisipasi Komunitas dalam Konservasi Lingkungan (Studi Implementasi Perhutanan Sosial di Kawasan Hutan Sesaot, Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat). Jurnal Ilmu Lingkungan. 22 (2): 408-420.10.1038/nqture10452.
Laurance, W. F., et al. (2014). "Impacts of roads and linear clearings on tropical forests." Trends in Ecology & Evolution, 29(12), 659-669. DOI: 10.1016/j.tree.2014.09.006.
MEA: Millennium Ecosystem Assessment. (2005). Ecosystem and Human Well-being: Biodiversity Synthesis. World Resources Institute, Washington, DC.
Oldekop, J. A., et al. (2016). "100 key research questions for the post-2015 development agenda." Development Policy Review, 34, 55-82. DOI: 10.1111/dpr.12147.
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI No. P.35/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2016 Tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pengelolaaan Pada Kawasan Suaka Alam Dan Kawasan Pelestarian Alam.
Sayer, J., et al. (2013). "Ten principles for a landscape approach to reconciling agriculture, conservation, and other competing land uses." Proceedings of the National Academy of Sciences, 110(21), 8349-8356. DOI: 10.1073/pnas.1210595110.
Sodhi, N. S., et al. (2010). The state and concervation of Southeast Asian biodiversity. Biodiversity and Concervation, 19(2), 317-328. DOI: 10.1007/s10531-009-9607-5.
Surat Keputusan Bupati Aceh Selatan Nomor 593.33/170.A/1998 tentang Penetapan Tanah Untuk Lokasi Koridor Kawasan Ekosistem Leuser di Desa Naca dan Ie Jeureneh, Kecamatan Trumon, Aceh Selatan.
Surat Keputusan Bupati Aceh Selatan Nomor 593 Tahun 1999 tentang panitia pembebasan tanah untuk koridor satwa Singkil-Bengkung Di Desa Naca dan Ie Jeureuneh Kecamatan Trumon.
Surat Keputusan Menteri Kehutanan RI, No. 170 Tahun 2000 tentang Penunjukan Kawasan Hutan dan Perairan Propinsi NAD.
Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 171/2023 tentang penetapan Taman Hutan Raya (TAHURA) Trumon.
Wilson, R. J., et al. (2016). "Resource availability and habitat connectivity shape biodiversity conservation in remote protected areas." Journal of Applied Ecology, 53(3), 1059-1068. DOI: 10.1111/1365-2664.12647.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Abdia Aula, Helmi Hasan Basri, Eka Sri Wulandari (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



